Kitab Puisi & Sabda Klausa

Rp. 36,000



Item Name Kitab Puisi dan Sabda Klausa
Price Rp 36.000
Description Judul: KITAB PUISI & SABDA klausa
Penulis: Abu Auliya Mumtazza
Genre: Kumpulan Puisi Tunggal
Harga: 36.000
Tebal: xvi + 145 halaman
Ukuran: 13x19 cm
Cover: Soft Cover
Desain Cover: Tim Penerbit Oksana
____________________________
Order via SMS
ketik:
JUDUL_JUMLAH_NAMA_ALAMAT
kirim ke 083831498380
____________________________
Available Stock ada
Misc




ENDORSMENT "Puisi adalah nafas cinta. Al-Qur'an mewakilkan cinta melalui dua huruf, "ha (kecil)" dan "ba", yang melambangkan kata "hubb". Menariknya, dalam ilmu makhraj, huruf "ha (kecil)" adalah huruf paling pangkal tenggorokan, ia merupakan huruf terdekat dari hati. Sedangkan "ba" terletak di ujung dari bibir. Keduanya mencakup huruf-huruf lain, seperti cinta yang meliputi segala. Puisi seperti nada, biasa hadir ketika jiwa selaras dengan keharmonisan alam. Tak heran jika seorang pewaris DNA nelayan tak kekurangan tinta produktif dalam melukis puisi. Ia biasa menyaksikan angin mengganggu laut yang tenang, bergulat dengannya menjadi ombak untuk mencium pantai yang bersedih dan memeluk karang yang kesepian. Meski dengan berbagai kiasan, berbagai pelampias fokus, berbagai serat-serat makna beserta harum-wanginya, namun sumber "Sang Pelukis Kata" selalu cinta. Ada saat-saat hening, dimana beberapa puisi dalam buku ini berhasil membantu saya dalam upaya melunakkan hati. Buku ini patut di baca agar setidaknya puisi-puisi dalam buku ini mudah-mudahan dapat membuat jiwa tidak terlalu dahaga kehausan di padang kegersangan hiruk-pikuk keseharian kita. "-ALfie Qashwa, penulis, tinggal di kota Bandung. "Puisi bagiku adalah orbit kolase abjad-abjad agung, di mana kaidah jiwa terlukis dengan warna acak. Terkadang tak perlu dipahami namun ditelusuri dengan hati. Membaca buku ini seperti menikmati panekuk madu dengan secangkir rindu di sisi Danau Heidelberg. Ada banyak yang terdera diam, ada keelokan alam juga kedamaian. Ketika lentera dipijar dengan rima, maka puisi adalah sabda sempurna seorang ksatria. "-Agyasaziya Raziev, Alumnus Gontor for Girls, Penulis buku Princess Sendal Jepit dan Lovagraphy "Sangat terasa kekayaan alegori laut dalam karyanya. Butir butir lembut dan bulir bulir bait suara hati menyatu membuat kata menjadi lautan makna. Ombak dan gelombang rima sangat terasa mengeksplorasi karya Penulis sungguh memiliki style pemikiran yang sufistik-kharismatik. Mengajak pembaca tak berkutik menikmati tiap detik sehingga hati pun menggelitik. "-Sis Silvia Dewi, aktifis kemanusiaan bekerja di Komisi Penanggulangan AIDS kota Bandung. "Buku Antologi puisi yang wajib dimiliki para pecinta yang memendam kerinduan jiwa yang berkarya. Alat transformasi ruhani dan penyembuh jiwa yang terluka. Cocok sebagai media penyembuhan lewat terapi puisi (poems therapy) "-Yulianti Hamdani, S.Psi., M.Pd., Dosen, kepala unit konseling terapi fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, owner Rumah Stimulasi Bandung "Puisi rindu yang menyentuh qalbu .. menghias rasa, asa penuh cinta dan cita. Membaca puisi puisi dan aforisma kata mutiara Kang Abu, jiwa saya seperti trance seperti filosofi ice cream hati saya meleleh bagai es krim yang dingin dan melepas kepenatan jiwa. Dan seperti filosofi ramen: ia genyal nikmat dan maknyus ... membuat jiwa saya berdansa. "-Ogie Markus Agustian, Pengusaha muda di My Ice Cream House Bandung "Teka-teki. Puisi puisi ini seolah membisu padahal maknanya membias seperti cahaya bulan yang berbisa. Sang penulis menuangkan kegelisahan hatinya dalam untaian kata yang penuh misteri. Karena rasa tertantang untuk mencuri ilmunya kita seakan tak bisa berhenti untuk membaca dan menyelaminya dalam imajinasi negeri-negeri yang pernah penulis ukir dalam sejarah hidupnya. "- Agni Auliya, Pelajar Islam, tinggal di kota Tasikmalaya "Puisi bukanlah hanya sekedar kumpulan kata bisu, namun kata dengan banyak jiwa yang melayang di langit pujangga. Penuh arti dan warna bak pelangi di langit cinta, bergelora bak gelombang di lautan asmara. Begitupun dengan puisi karya kang Abu ini, membawa saya kembali ke alam mimpi bersama bidadari. Menyanyikan senandung nafas surgawi, memberikan kedamaian yang selama ini saya cari. Salam sukses kang Abu, semoga karya-karyamu menjadi apa yang Anda cita-citakan, dan selalu memberikan naungan teduh buat hati yang tandus ini. Terima kasih ".- Adhy Suryadi, Admin KompiAjaib.com, Pangandaran. "Memaknai buku ini seperti memandang jaringan jaringan kehidupan seorang anak manusia. Ketakberdayaan atas takdir cintanya pada manusia yang membawa kepasrahan diri yang mendalam. Dengan cinta-Nya melahirkan syair syair yang menjadi jaringan tasbih. Yang menjelma dan mewujud girah-NYA akan kerinduan pada Pencipta. Diatur oleh suasana yang sangat mendukung berlatar pesona pesisir pantai Pangandaran dengan segala keindahan-Nya menjelmalah syair syair yang merindu percintaan anak manusia dan cinta hakiki-Nya pada Yang Maha Perkasa. Dalam buku ini saya temukan kesamaan rasa dan asa, dalam mencari-Nya, dalam kepasrahan atas semua qadha dan qadar-Nya. Dan selalu menjadi sebuah kenikmatan yang terus mengalir, dalam ungkapan kata kata dan rimanya, menjadi sebuah syair yang menggugah dan menjelma oase keindahan pada-Nya. "-Eva Nurwidiawati, Ibu Rumah Tangga, bekerja di kantor Kemenag RI)

















0 komentar:

 

Sahabat Oksa

KONTAK SEMENTARA KAMI

KONTAK SEMENTARA KAMI

Yuk, Terbitkan Karyamu!!!